Kamis, 28 Desember 2017

ETIKA AUDITING

Pengertian Etika
Etika (praksis) diartikan sebagai nilai-nilai atau norma-norma moral yang mendasari perilaku manusia. Etika (umum) didefinisikan sebagai perangkat prinsip moral atau nilai. Dengan kata lain,etika merupakan ilmu yang membahas dan mengkaji nilai dan norma moral.



Pengertian Auditing
Secara Umum,Auditing adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara objektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dankejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan- pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian hasil-hasilnyakepada pemakai yang berkepentingan.


Pengertian Etika Auditing

Etika dalam auditing adalah suatu prinsip untuk melakukan proses pengumpulan dan pengevaluasian bahan bukti tentang informasi yang dapat diukur mengenai suatu entitas ekonomi untuk menentukan dan melaporkan kesesuaian informasi yang dimaksud dengan kriteria-kriteria yang dilakukan oleh seorang yang kompeten dan independen.

Pentingnya Nilai-Nilai Etika dalam Auditing
Beragam masalah etis berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan auditing. Banyak auditor menghadapi masalah serius karena mereka melakukan hal-hal kecil yang tak satu pun tampak mengandung kesalahan serius, namun ternyata hanya menumpuknya hingga menjadi suatu kesalahan yang besar dan merupakan pelanggaran serius terhadap kepercayaan yang diberikan. Oleh karena itu, pengetahuan akan tanda-tanda peringatan adanya masalah etika akan memberikan peluang untuk melindungi diri sendiri, dan pada saat yang sama, akan membangun suasana etis di lingkungan kerja.
Berikut adalah masalah-masalah etika dalam auditing yang dapat dijumpai oleh auditor yang meliputi permintaan atau tekanan untuk:
  1. Melaksanakan tugas yang bukan merupakan kompetensinya
  2. Mengungkapkan informasi rahasia
  3. Mengkompromikan integritasnya dengan melakukan pemalsuan, penggelapan, penyuapan dan sebagainya.
  4. Mendistorsi obyektivitas dengan menerbitkan laporan-laporan yang menyesatkan.
Jika auditor tunduk pada tekanan atau permintaan tersebut, maka telah terjadi pelanggaran terhadap komitmen pada prinsip-prinsip etika yang dianut oleh profesi. Oleh karena itu, seorang auditor harus selalu memupuk dan menjaga kewaspadaannya agar tidak mudah takluk pada godaan dan tekanan yang membawanya ke dalam pelanggaran prinsip-prinsip etika secara umum dan etika profesi. Seorang auditor haruslah memiliki kesadaran dan kepekaan etis yang tinggi; mampu mengenali situasi-situasi yang mengandung isu-isu etis sehingga memungkinkannya untuk mengambil keputusan atau tindakan yang tepat.

Dilema Etika
Dilema etika adalah situasi yang dihadapi seseorang di mana keputusan mengenai perilaku yang pantas harus dibuat. Auditor banyak menghadapi dilema etika dalam melaksanakan tugasnya. Bernegosiasi dengan auditan jelas merupakan dilema etika. Ada beberapa alternatif pemecahan dilema etika, tetapi harus berhati-hati untuk menghindari cara yang merupakan rasionalisasi perilaku tidak beretika. Berikut ini adalah metode rasionalisasi yang biasanya digunakan bagi perilaku tidak beretika:
  1. Semua orang melakukannya. Argumentasi yang mendukung penyalahgunaan pelaporan pajak, pelaporan pengadaan barang/jasa biasanya didasarkan pada rasionalisasi bahwa semua orang melakukan hal yang sama, oleh karena itu dapat diterima.
  2. Jika itu legal, maka itu beretika. Menggunakan argumentasi bahwa semua perilaku legal adalah beretika sangat berhubungan dengan ketepatan hukum. Dengan pemikiran ini, tidak ada kewajiban menuntut kerugian yang telah dilakukan seseorang.
  3. Kemungkinan ketahuan dan konsekuensinya. Pemikiran ini bergantung pada evaluasi hasil temuan seseorang. Umumnya, seseorang akan memberikan hukuman (konsekuensi) pada temuan tersebut.
Para ahli etika telah mengembangkan kerangka formal yang akan membantu orang dalam memecahkan masalah dilema etika. Tujuan kerangka ini adalah untuk menentukan masalah-masalah etika dan menetapkan tindakan yang tepat dengan menggunakan norma orang yang bersangkutan. Pendekatan enam langkah berikut ini merupakan pendekatan sederhana untuk memecahkan dilema etika:
  1. Dapatkan fakta-fakta yang relevan
  2. Identifikasi isu-isu etika dari fakta-fakta yang ada
  3. Tentukan siapa dan bagaimana orang atau kelompok yang dipengaruhi oleh dilema etika
  4. Identifikasi alternatif-alternatif yang tersedia bagi orang yang memecahkan dilema etika
  5. Identifikasi konsekuensi yang mungkin timbul dari setiap alternatif
  6. Tetapkan tindakan yang tepat.

Tanggung Jawab Auditor Kepada Publik

Dalam kode etik diungkapkan, akuntan tidak hanya memiliki tanggung jawab terhadap klien yang membayarnya saja, akan tetapi memiliki tanggung jawab juga terhadap publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani secara keseluruhan. Publik akan mengharapkan akuntan untuk memenuhi tanggung jawabnya dengan integritas, obyektifitas, keseksamaan profesionalisme, dan kepentingan untuk melayani publik. Para akuntan diharapkan memberikan jasa yang berkualitas, mengenakan jasa imbalan yang pantas, serta menawarkan berbagai jasa dengan tingkat profesionalisme yang tinggi. Atas kepercayaan publik yang diberikan inilah seorang akuntan harus secara terus-menerus menunjukkan dedikasinya untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.

Integritas
Integritas berkaitan dengan profesi auditor yang dapat dipercaya karena menjunjungtinggi kebenaran dan kejujuran. !ntegritas tidak hanya berupa kejujuran tetapi juga sifat dapatdipercaya, bertindak adil dan berdasarkan keadaan yang sebenarnya

Obyektifitas
Auditor yang obyektif adalah auditor yang tidak memihak sehingga independensi profesinya dapat dipertahankan. Dalam mengambil keputusan atau tindakan, ia tidak boleh bertindak atas dasar prasangka atau bias, pertentangan kepentingan, atau pengaruh dari pihak lain

Kompetensi dan Kehati-hatian
Agar dapat memberikan layanan audit yang berkualitas, auditor harus memiliki danmempertahankan kompetensi dan ketekunan. Untuk itu auditor harus selalu meningkatkan pengetahuan dan keahlian profesinya pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa instansi tempat ia bekerja atau auditan dapat menerima manfaat dari layanan profesinya berdasarkan pengembangan praktik, ketentuan, dan teknik-teknik yang terbaru

Kerahasiaan
Auditor harus mampu menjaga kerahasiaan atas informasi yang diperolehnya dalammelakukan audit, walaupun keseluruhan proses audit mungkin harus dilakukan secara terbukadan transparanDalam prinsip kerahasiaan ini juga, auditor dilarang untuk menggunakan informasi yangdimilikinya untuk kepentingan pribadinya, misalnya untuk memperoleh keuntungan finansial.

Independensi Auditor

Independensi berarti sikap mental yang bebas dari pengaruh, tidak dikendalikan oleh orang lain, tidak tergantung pada orang lain. Independensi dapat juga diartikan adanya kejujuran dalam diri auditor dalam mempertimbangkan fakta dan adanya pertimbangan yang obyektif tidak memihak dalam diri auditor dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya.

Independensi akuntan publik mencakup empat aspek, yaitu :

Independensi sikap mental
Independensi sikap mental berarti adanya kejujuran di dalam diri akuntan dalam mempertimbangkan fakta-fakta dan adanya pertimbangan yang obyektif tidak memihak di dalam diri akuntan dalam menyatakan pendapatnya.

Independensi penampilan.
Independensi penampilan berarti adanya kesan masyarakat bahwa akuntan publik bertindak independen sehingga akuntan publik harus menghindari faktor-faktor yang dapat mengakibatkan masyarakat meragukan kebebasannya. Independensi penampilan berhubungan dengan persepsi masyarakat terhadap independensi akuntan publik.

Independensi praktisi (practitioner independence)
Independensi praktisi berhubungan dengan kemampuan praktisi secara individual untuk mempertahankan sikap yang wajar atau tidak memihak dalam perencanaan program, pelaksanaan pekerjaan verifikasi, dan penyusunan laporan hasil pemeriksaan. Independensi ini mencakup tiga dimensi, yaitu independensi penyusunan program, independensi investigatif, dan independensi pelaporan.

Independensi profesi (profession independence)
Independensi profesi berhubungan dengan kesan masyarakat terhadap profesi akuntan publik.


CONTOH KASUS :


Kasus Dugaan Suap Pejabat Kemendes PDTT dan Auditor BPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus suap yang melibatkan pejabat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) dan pejabat serta auditor Badan Pemeriksa Keuangan RI.

Kasus dugaan suap yang ditangani KPK tersebut terkait pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) oleh BPK RI terhadap laporan keuangan Kemendes PDTT tahun anggaran 2016.

Kronologi OTT dalam kasus suap ini berawal dari penyelidikan KPK atas laporan masyarakat atas dugaan terjadinya tindak pidana korupsi.

KPK memeriksa laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016. KPK yang melakukan penyelidikan kemudian melakukan operasi OTT di kantor BPK RI. Dari kantor BPK, KPK sempat mengamankan enam orang, yakni pejabat Eselon I BPK Rochmadi Saptogiri (RS), Auditor BPK Ali Sadli (ALS), pejabat eselon III Kemendes PDTT Jarot Budi Prabowo (JBP), sekretaris RS, sopir JBP, dan satu orang satpam. KPK kemudian melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan di kantor BPK. Di ruang Ali Sadli, KPK menemukan uang Rp 40 juta yang diduga merupakan bagian dari total commitment fee Rp 240 juta untuk suap bagi pejabat BPK. Uang Rp 40 juta ini merupakan pemberian tahap kedua ketika tahap pertama Rp 200 juta diduga telah diserahkan pada awal Mei 2017.

KPK kemudian menggeledah ruangan milik Rochmadi Saptogiri, dan ditemukan uang Rp 1,145 miliar dan 3.000 dollar AS atau setara dengan 39,8 juta di dalan brankas.

KPK sedang mempelajari uang di ruangan Rochmadi Saptogiri tersebut terkait kasus dugaan suap yang sedang ditangani ini atau bukan.

Setelah mengamankan enam orang dan melakukan penggeledahan di kantor BPK RI, KPK pada hari yang sama mendatangi kantor Kemendes PDTT di Jalan TMP Kalibata, Jakarta Selatan. Setelah melakukan rangkaian penangkapan dan penggeledahan, dari hasil gelar perkara KPK meningkatkan status perkara kasus ini menjadi penyidikan. KPK menangkap satu orang yakni Irjen Kemendes PDTT.

Dari total tujuh orang yang diamankan, empat di antaranya menjadi tersangka. Mereka yang menjadi tersangka, yakni Sugito, Jarot Budi Prabowo, Rochmadi Saptogiri dan Ali Sadli.

Sementara sekretaris Rochmadi Saptogiri, sopir Jarot Budi Prabowo, dan satu orang satpam berstatus saksi.

KPK menyimpulkan adanya dugaan tidak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan BPK RI terhadap laporan keuangan Kemendes PDTT tahun anggaran 2016.

KPK menemukan dugaan korupsi dalam bentuk suap terkait pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) oleh BPK RI terhadap laporan keuangan Kemendes PDTT tersebut.

Sebagai pihak pemberi suap, Sugito dan Jarot dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Rochmadi dan Ali, sebagai pihak penerima suap disangkakan dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagai mana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 64 KUHP Juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

PENYELESAIAN :

Dari kasus diatas, dapat diketahui bahwa seorang auditor belum memenuhi empat aspek indepedensi, tiga diantaranya independensi sikap mental yaitu, adanya kejujuran dalam diri auditor dan tidak mudah terpengaruh atau dikendalikan orang lain. Kedua, independensi penampilan dari kasus ini menimbulkan persepsi yang baru dari masyarakat karena kasus ini banyak dimuat di media dan menjadi konsumsi publik sehingga kesan auditor dengan kuallitas independen menurut masyarakat menjadi berkurang. Yang ketiga, independensi praktisi bahwa KPK menemukan kasus diatas BPK memberikan opini wajar tanpa pengecualian yang mana seharusnya di dalam laporan keuanga Kemendes PDTT tahun anggaran 2016 adalah tidak wajar.
Antsipasi yang dilakukan oleh BPK telah memiliki sistem penegakan hukum internal melalui majelis kehormatan kode etik yang telah terbukti efektif untuk menangani kasus-kasus pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh pegawai maupun pimpinan BPK. Meski ada upaya penegakan hukum melalui majelis kehormatan etik, tidak semua anggotanya bisa dipantau majelis kehormatan etik tersebut karena sistem tidak dapat memastikan atau memantau setiap individu di BPK.


Selasa, 07 November 2017

Etika Dalam Profesi Akuntansi



A. Pengertian Etika Profesi Akuntansi

Etika profesi akuntansi merupakan suatu ilmu yang membahas perilaku perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia terhadap pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus sebagai akuntan.

Dalam etika profesi, sebuah profesi memiliki komitmen moral yang tinggi yang biasanya dituangkan dalam bentuk aturan khusus yang menjadi pegangan bagi setiap orang yang mengembangkan profesi yang bersangkutan. Aturan ini merupakan aturan main dalam menjalankan profesi tersebut yang harus dipenuhi dan ditaati oleh setiap profesi. Etika merupakan persoalan penting dalam profesi akuntan. Etika tidak bisa dilepaskan dari peran akuntan dalam memberikan informasi bagi pengambilan keputusan.

B. Prinsip Etika Profesi Akuntan

1. Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

2. Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.

3. Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.

4. Obyektivitas
Setiap anggota harus menjaga obyektivitasnya dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.

5. Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau pemberi kerja memperoleh manfaat dari jasa profesional yang kompeten berdasarkan perkembangan praktik, legislasi dan teknik yang paling mutakhir.

6. Kerahasiaan
Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya.

7. Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat menjelekkan profesi.

8. Standar Teknis
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar proesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

C. Tujuan Profesi Akuntansi

Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggungjawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi, mencapaitingkat kinerja tertinggi, dengan orientasi kepada kepentingan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut terdapat empat kebutuhan dasar yang harus dipenuhi:

• Profesionalisme: Diperlukan individu yang dengan jelas dapat diidentifikasikan oleh pemakai jasa

• Akuntan: sebagai profesional di bidang akuntansi.

• Kualitas Jasa: Terdapatnya keyakinan bahwa semua jasa yang diperoleh dari akuntan diberikan dengan standarkinerja tertinggi.

• Kepercayaan: Pemakai jasa akuntan harus dapat merasa yakin bahwa terdapat kerangka etika profesional yangmelandasi pemberian jasa oleh akuntan.

Contoh Kasus:
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Rengat, Provinsi Riau, meminta agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Riau memberikan hasil audit yang diminta penyidik Kejari Rengat atas kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana APBD Inhu tahun 2011 dan 2012 sebesar Rp 2,8 Miliar. Pasalnya, sudah berbulan-bulan permintaan audit yang diajukan Kejari Rengat tidak dilayani dengan baik oleh BPK RI Perwakilan Riau tanpa alasan yang jelas. Desakan ini disampaikan mengingat masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) yang diincar Jaksa bakal berakhir akhir bulan Desember tahun 2014 ini. Permintaan audit kerugian negara dalam dugaan korupsi yang dilakukan dua orang bendahara di sekretariat daerah Inhu telah disampaikan penyidik Kejari Rengat kepada BPK Riau sejak bulan Februari 2014, dilanjutkan dengan penyampaian kelengkapan data-data bulan maret 2014. Namun, sampai menjelang jabatan Sekda Inhu berakhir permintaan audit tersebut belum ditanggapi pihak BPK RI perwakilan Riau. Hingga saat ini, pihaknya telah menetapkan dua orang mantan bendahara di sekretariat daerah Inhu sebagai tersangka dan telah menahan kedua orang tersebut di Rutan Rengat.
Kejari Rengat menegaskan jika dalam beberapa hari ke depan pihak BPK Riau belum juga menyerahkan permintaan hasil audit, maka penyidik Kejari Rengat akan melanjutkan kasus dugaan korupsi tersebut berdasarkan temuan yang ada. Dan penyidikan tersebut telah mendapat perintah dari Kepala Kejaksaan Tinggi Riau.

Penyelesaian:
Laporan dari kepala kejaksaan negeri seharusnya di tindaklanjuti segera karena menyangkut korupsi yg merugikan negara, kurangnya penanganan dari bpk menyebabkan jelasan atas kusus ini menjadi abu abu, bpk pusat harus mengontrol, mengawasi bpk di tiap daerah, penindakan kepada pegawai bpk yg bertanggung jawab menangani atas laporan tersebut melaui sanksi-sanksi, pencegahannya seharusnya bpk bersikap lebih independen dan tidak terpengaruh untuk melakukan tindak korupsi, meningkatkan pemahaman atas integritas yg baik, pengrekutan yang selektif, membuat kebijakan-kebijakan yg lebih mengatur dan mengontrol bpk

Sabtu, 30 September 2017

ETIKA DALAM BISNIS



Pengertian Etika Bisnis


Etika bisnis adalah suatu pengetahuan tentang tata cara ideal pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal (Muslich, 2004:9). Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum (Bertens, 2000).

Etika bisnis menjadi standar nilai yang menjadi pedoman atau acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan dan mengoperasikan bisnis yang etik. Etika bisnis dalam lingkupnya tidak hanya menyangkut perilaku dan organisasi perusahaan secara internal melainkan juga menyangkut perilaku bisnis secara eksternal. Etika bisnis berfungsi untuk menggugah masyarakat untuk bertindak menuntut para pelaku bisnis untuk berbisnis secara baik demi terjaminnya hak dan kepentingan masyarakat tersebut.

Dalam etika bisnis, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan tanggung jawab sosial, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat dan menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.

Aspek dan Sudut Pandang Etika Bisnis
Menurut Bertens (2000) terdapat tiga aspek dan sudut pandang pokok dari bisnis, yaitu:
Sudut pandang ekonomi, bisnis adalah kegiatan ekonomis, maksudnya adalah adanya interaksi produsen/perusahaan dengan pekerja, produsen dengan produsen dalam sebuah organisasi. Kegiatan antar manusia ini adalah bertujuan untuk mencari untung oleh karena itu menjadi kegiatan ekonomis. Pencarian keuntungan dalam bisnis tidak bersifat sepihak, tetapi dilakukan melalui interaksi yang melibatkan berbagai pihak.
Sudut pandang etika, dalam bisnis berorientasi pada profit adalah sangat wajar, akan tetapi jangan keuntungan yang diperoleh tersebut justru merugikan pihak lain. Maksudnya adalah, semua yang kita lakukan harus menghormati kepentingan dan hak orang lain.
Sudut pandang hukum, bisa dipastikan bahwa kegiatan bisnis juga terikat dengan Hukum Dagang atau Hukum Bisnis, yang merupakan cabang penting dari ilmu hukum modern. Dalam praktik hukum banyak masalah timbul dalam hubungan bisnis pada taraf nasional maupun internasional. Seperti etika, hukum juga merupakan sudut pandang normatif, karena menetapkan apa yang harus dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

Prinsip-Prinsip Etika Bisnis

Terdapat lima prinsip yang dijadikan titik tolak pedoman perilaku dalam menjalankan praktik bisnis, yaitu (Agoes & Ardana, 2009:127-128):
a. Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi menunjukkan sikap kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab. Orang yang mandiri berarti orang yang dapat mengambil suatu keputusan dan melaksanakan tindakan berdasarkan kemampuan sendiri sesuai dengan apa yang diyakininya, bebas dari tekanan, hasutan, dan ketergantungan kepada pihak lain.

b. Prinsip Kejujuran
Prinsip kejujuran menanamkan sikap bahwa apa yang dipikirkan adalah apa yang dikatakan, dan apa yang dikatakan adalah yang dikerjakan. Prinsip ini juga menyiratkan kepatuhan dalam melaksanakan berbagai komitmen, kontrak, dan perjanjian yang telah disepakati.

c. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan menanamkan sikap untuk memperlakukan semua pihak secara adil, yaitu suatu sikap yang tidak membeda-bedakan dari berbagai aspek baik dari aspek ekonomi, hukum, maupun aspek lainnya. 

d. Prinsip saling Menguntungkan

Prinsip saling menguntungkan menanamkan kesadaran bahwa dalam berbisnis perlu ditanamkan prinsipwin-win solution, artinya dalam setiap keputusan dan tindakan bisnis harus diusahakan agar semua pihak merasa diuntungkan. 

e. Prinsip Integritas Moral
Prinsip integritas moral adalah prinsip untuk tidak merugikan orang lain dalam segala keputusan dan tindakan bisnis yang diambil. Prinsip ini dilandasi oleh kesadaran bahwa setiap orang harus dihormati harkat dan martabatnya.

Contoh Kasus Pelanggaran Etika dalam Bisnis

Terdapat Iklan #PilihAman yang ditampilkan milik perusahaan ojek online Grab Indonesia yang dinilai telah melanggar etika periklanan Indonesia. Pasalnya, telah tersebar di media sosial sosok remaja perempuan tengah berlumuran darah dimana Grab bermaksud untuk menyampaikan pesan lain bahwa para mitra pengemudinya telah lulus pelatihan keselamatan berkendara, memiliki dokumen lengkap, dan kendaraan milik mitra dirawat secara rutin. Nyatanya, belum tentu pengemudi yang telah lulus pelatihan berkendara dapat terbebas dari kecelakaan. Terlebih lagi unggahan video tersebut bebas diakses dan dapat menimbulkan ketakutan bagi anak-anak yang menontonnya. Hal tersebut juga dianggap merendahkan oknum lain seperti ojek online perusahaan lain dan ojek pangkalan. Ada dua poin aturan di kode etik yang menyangkut visual iklan grab yang menimbulkan rasa ngeri yaitu poin 1.8 dan 1.9. Dua poin tersebut secara berurutan berbunyi:
"Iklan tidak boleh menimbulkan atau mempermainkan rasa takut, ataupun memanfaatkan kepercayaan orang terhadap takhayul."
"Iklan tidak boleh menampilkan adegan kekerasan yang merangsang, atau mendorong, ataupun memberi kesan membenarkan tindakan kekerasan."

Penyelesaian Kasus

Kasus diatas tentunya memberikan pelajaran agar tidak merendahkan produk lain dalam menjalani bisnisnya. Penyelesaian yang dapat dilakukan, yaitu:

  1. Grab diharapkan meninjau ulang cara kerja agensi iklan sebagai pembuat kampanye. Dengan memberikan syarat-syarat tertentu kepada agensi iklan yang lebih detail agar tidak adanya kecaman dari netizen.
  2. Tidak mengandung unsur yang mendorong kekerasan dan merendahkan produk lain.Tidak menampilkan iklan yang mengandung hiperbolisasi berlebihan yang dapat menimbulkan efek negatif bagi penontonnya. 
  3. Evaluasi kembali iklan yang telah tayang dan tampung komentar-komentar yang sekiranya bisa dijadikan masukan. Dengan begitu dapat membuat periklanan Grab Indonesia menjadi lebih baik lagi.
Dari kasus diatas, pihak Grab Indonesia akhirnya menghentikan penayangan iklan di media sosial akibat kecaman dari berbagai pihak dan meminta maaf atas penayangan iklan tersebut.

Kamis, 18 Mei 2017

Age Of Youth

As young generation, I think the most important thing to do is increase knowledges. It can be obtained through internet or reading some books. I, as young generation like to reading books eventhough it is fictional story. Because it give me many benefits. You should started by reading if you want to be a genius person. I realized that most of young generation is rarely to read and they prefer to playing games or sometimes reading bad comment in social media. So, I want to persuade at the age of youth to become a young generation who like to read. I have been writing some fictional stories and it has not been published yet. Because I must make more an effort to be a good writer and publishing educational book. I hope young generation might be understand about how important the knowledges are.

Kamis, 20 April 2017

MY EXPERIENCE



When I was grade 11th, I went to Bali with my friends in high school. We went to Bali by bus and it took 2 days. Before arrived, my friends and I transited in Yogyakarta in the morning. we arrived in Bali in the next day. We went to Tanah Lot and it was really beautiful. In the evening, we watched special performed named Kecak Dance. It was an amazing show. Next day, we went to Tanjung Benoa to visited Penyu Island. There were a lot of rides like banana boats, scuba diving, etc. After that, my friends and I visited Kuta Beach but I feel a lil bit dissapointed because it was cloudy so we couldn't see sunset at Kuta. We slept on the night to continued the journey. Guess what? Our last day has passed in Yogyakarta. We went to Malioboro and saw Traditional objects there. I took a photo on the night and tried many foods. It was so delicious. We walked at night and come back to hotel at 11pm. In the morning, we prepared to went home with a lot of memories. I think it was a perfect memories and unforgettable.

Jumat, 17 Maret 2017

SENTENCE STRUCTURE

Sentences are formed from words that belong to different categories depending on their function. There are 4 types of sentence structure.

1)      Simple sentence
A simple sentence has the most basic elements that make it a sentence: a subject, a verb, and a completed thought.
Examples of simple sentences include the following:
I found a dollar on the street
She loves to eat chocolate ice cream

2)      Compound sentences
A compound sentence refers to a sentence made up of two independent clauses (or complete sentences) connected to one another with a coordinating conjunction.
For, And, Nor, But, Or, Yet, So
Examples of compound sentences include the following:
I found a dollar on the street, so I went to the candy store
She loves to eat chocolate ice cream, but it makes he tummy hurt

3)      Complex sentences
A complex sentence is made from an independent clause and a dependent clause joined together.
Complex sentences are often formed by putting these words at the beginning of the dependent clause:
After, although, as, because, before, even though, if, since, though, unless, until, when, whenever, whereas, wherever, while.
examples:
Because I found a dollar on the street, I went to the candy store.
Even though she loves to eat chocolate ice cream, it makes her tummy hurt.

4)      Compound-Complex Sentences
A compound-complex sentence is made from two independent clauses and one or more dependent clauses.
Some examples:

  1. Because I found a dollar on the street, I went to the candy store, and I bought lollipop
  2. As much as he loves cat, he hates dogs. 
PAGE 44

1. George (subject) is cooking (verb phrase) dinner (complement) tonight (modifier of time)
2. Henry and Marcia (subject)  have visited (verb phrase) the president (complement)
3. We (subject) can eat (verb phrase) lunch (complement) in this restaurant (modifier of place) today (modifier of     time)
4. Pat (subject) should have bought (verb) gasoline (complement) yesterday (modifier of time)
5. Trees (subject) grow (verb)
6. It (subject) was raining (verb) at seven o’clock this morning (modifier of time)
7. She (subject) opened (verb) a checking account (complement) at the bank (modifier of place) last week           (modifier of time)
8. Harry (subject) is washing (verb) dishes (complement) right now (modifier of time)
9. She (subject) opened (verb) her book (complement)
10. Paul, William, and Mary (compound subject) were watching (verb) television (compelement) a few minutes ago (modifier of time)

Selasa, 20 Desember 2016

SCORCH TRIALS


Directed by Wes Ball

Books by James Dashner

Starring :
Dylan O'Brien
Kaya Scodelario
Thomas Brodie-Sangster
Giancarlo Esposito
Aidan Gillen
Ki Hong Lee
Barry Pepper
Lili Taylor
Patricia Clarkson


Review:
This is next season of Maze Runner. The story is about scientist or called WICKED (World In Catastrophe: Killzone Experiment Departement) who wants to find antidote from disease. Two of WICKED  (Thomas and Teresa) sacrifice themselves like removing memories  and joined the others (this is because they kidnapped healthy children since they’re young for scientist studied and removing their memories too) to the place that has been designed by WICKED and to pay attention for their development. WICKED let monsters roam to the place and they just watched one by one died because anyone who can survive from Flare (virus named which can make your brain damaged and people will be Crank for this virus) can through obstacles with his life. I was a little bit unhappy with this movie. The writer of the script dissed original exciting plot from the book. On the other hand, I was so excited for this movie. But I (and other people think who read this book already) this movie mixed from Scorch Trials and Death Cure books (movie will be released early of 2017). This is not pure scorch trials. Some of scene missed. When Gladers (runner or people who kidnapped by WICKED for several years) try to run from laboratory, it must be scene when someone’s head (I forgot the character’s name) was cut from iron balls. And the most exciting scene when Thomas and Brenda trapped in alley and they chased by Cranks. So, Thomas and Brenda went to the room and hide under bed in silence. They run from Crank who doesn’t have nose. This Crank said “Rose took my nose!”. The writer of the book described it well and I got goosebumps. But, Crank found where Thomas and Brenda hide and he smiled while said “Hello, noses!”. And they just dissed this scene and I feel dissaponted. As a replacement, Thomas and Brenda just run from Crank until they climbed the building without any dialogue. Ending of this movie was so strange. WICKED just anesthetize Minho (one of Gladers) and arrested him. And guest what? Teresa is a betrayer! Because she reported where Gladers are to WICKED, so they knew and arrested Gladers because Gladers got tired with WICKED’s game. They don’t want to be their experiment anymore. So far, the movie is not that bad. Plus point, storyline isn’t that boring because director mixed and matched the Scorch Trials and Death Cure.

Favoite Scenes:

When Gladers escaped from WICKED and enter a building. Then Minho turn on the lamp and Cranks are wake up and chased them.



Winston killed himslef because he got bitten by Crank when they try to run. He think that his presence was just a burden and could hamper their escape. So, he asked his friends to leave him alone, and killed himself with a gun while Gladers already left him hardly.


Reason :

The first scene was really surprised me and the second one really touched. I cried in cinema when watched this scene.

Movie Clips:







Rabu, 16 November 2016

TRACK 34 (audio 5)

1

This is flight announcement for flight schedule to leave terminal 1 in the next stop
Flight BA 7263 to Singapore at 14:45 has been delay until 16:30 passenger to wait the depart to lunch for further information. flight BA 7263 to Singapore delay until 16:30 passanger should wait for the depart to lunch. flight UA 0472 to boston is now boarding at gate J30 flight. UA 0472 to boston now boarding at gate J30.

2

A: Oh,hello? Can you tell me what time I have to check out,please?
B: Yes, you have to leave your room by twelve and return your key card to reception
A: Would it be possible to leave my suitcase here until I have to get to the airport
B: Yes,of course. But please don’t leave anything valuable in it
A: No, of couse not. I’ll take my valuable’s out to safe and put in my bag. Can I pay my bill by credit card?
B: Yes, of course.

3

A: Oh, good morning? I need to get to the Coopenhagen as soon as possible.
B: Well, flight EX3465 departs seat thirteen hundred
A: Should I see after a seat free in economy class?
B: Yes, please
A: Yes, that’s fine. Would you like a one way ticket or to return?
B: Only one way, please. I don’t know when I’m coming back
A: Ok, that’s fourty four pounds ninety nine, please.
B: Can you tell me what time the flight lands in Coopenhagen?
A: Yes, it lands at 15.45
B: And that is which terminal?
A: Terminal 2

B: Thanks a lot

Rabu, 19 Oktober 2016

Guide Client to The Office


1

Dara       : Good morning, Ms.Devi?
Devi       : Good morning, Ms.Dara. how are you today?
Dara       : I’m doing great. What about you?
Devi       : I’m fine, thank you. Welcome to our company. Mr.Dwiki will led you to the office. You            can ask anything.
Dara       : Thank you very much, Ms.Devi

2

Dwiki     : Good morning. Welcome to HP Company. my name is Dwiki Permana.
Dara       : Good morning, Mr.Dwiki. I’m Dara Ayu.
Dwiki     : It’s nice to meet you, Ms.Dara.
Dara       : Thank you. It’s pleasure to meet you,too.
Dwiki     : Do you want me to show you around the place?
Dara       : Could you? That’d be very nice.
Dwiki     : Absolutely. I’ll be glad to show you around.

3

Dwiki     : Well, William R. Hewlett is founder of HP Company. In 1939, Hewlett founded the                company along with David Packard who died in 1996. Hewlett is one who devoted his life to the advancement of science and technology. While studying at Stanford University, he met with David Packard and become good friends.
Dara       : Oh, that’s interesting. How about the organization structure?
Dwiki     : There’s Ms.Devi, the President Director of Company. You have met her 15 minutes ago. And I’m here work as CEO/Head of IT.
Dara       : I know what you mean, Mr.Dwiki. I’ve been in IT Applic & Development.
Dwiki     : Really? We also have them. The subordinates are IT Strategy & Planning, IT  Applic & Development, and IT Network.
Dara       : That’s very good. The company have a great structure. I’m sorry before but can you explain what the HP is? I mean what is the meaning.
Dwiki     : HP stands for Hewlett (H-E-W-L-E-T-T) and Packard (P-A-C-K-A-R-D).
Dara       : Now, I know. Thank you Mr.Dwiki. You’ve been very helpful. Can you accompany me back to Ms.Devi? I think this information is enough.
Dwiki     : Sure, hope you feel satisfied.

4

Devi       : What about our company Ms.Dara?
Dara       : I have a lot of information about it. You have a good structure and kind employees.
Devi       : Thank you for coming. I hope we can make common in the future.

Dara       : Sure, I’ll be glad.

Rabu, 01 Juni 2016

SENGKETA EKONOMI - KELOMPOK 12

NAMA KELOMPOK :
Alfiandi Rakhman              (20214814)
Alvian Rachmad Gazista    (20214900)
Devi Kusumasari                (22214823)

KELAS : 2EB09

SUMBER : 


PENGERTIAN

Sengketa adalah pertentangan antara dua pihak atau lebih yang berawal dari persepsi yang berbeda tentang suatu kepentingan atau hak milik yang dapat menimbulkan akibat hukum bagi keduanya.

CARA PENYELESAIAN SENGKETA EKONOMI


Penyelesaian sengketa secara damai bertujuan untuk mencegah dan mengindarkan kekerasan atau peperangan dalam suatu persengketaan antar negara. Menurut pasal 33 ayat 1 (Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan).
Ø  Ada beberapa cara menyelesaikan sengketa. Tentunya istilah- istilah berikut ini tidak asing didengar:
1)      Negosiasi
Negosiasi adalah suatu bentuk pertemuan antara dua pihak: pihak kita dan pihak lawan dimana kedua belah pihak bersama-sama mencari hasil yang baik, demi kepentingan kedua pihak.
Ø  Pola Perilaku dalam Negosiasi:
§  Moving against (pushing): menjelaskan, menghakimi, menantang, tak menyetujui, menunjukkan kelemahan pihak lain.
§  Moving with (pulling): memperhatikan, mengajukan gagasan,  menyetujui, membangkitkan motivasi, mengembangkan interaksi.
§  Moving away (with drawing): menghindari konfrontasi, menarik kembali isi pembicaraan, berdiam diri, tak menanggapi pertanyaan.
§  Not moving (letting be): mengamati, memperhatikan, memusatkan perhatian pada “here and now”, mengikuti arus, fleksibel, beradaptasi dengan situasi.
§  Ketrampilan Negosiasi:
§  Mampu melakukan empati dan mengambil kejadian seperti pihak lain mengamatinya.
§  Mampu menunjukkan faedah dari usulan pihak lain sehingga pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi bersedia mengubah pendiriannya.
§  Mampu mengatasi stres dan menyesuaikan diri dengan situasi yang tak pasti dan tuntutan di luar perhitungan.
§  Mampu mengungkapkan gagasan sedemikian rupa  sehingga pihak lain akan memahami sepenuhnya gagasan yang diajukan.
§  Cepat memahami latar belakang budaya pihak lain dan berusaha menyesuaikan diri dengan keinginan pihak lain untuk mengurangi kendala.

2)                  Mediasi
 Mediasi adalah proses penyelesaian sengketa melalui proses perundingan atau mufakat para pihak dengan dibantu oleh mediator yang tidak memiliki kewenangan memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Ciri utama proses mediasi adalah perundingan yang esensinya sama dengan proses musyawarah atau consensus,sehingga semua keputusan harus memperoleh persetujuan dari berbagai pihak.
Dalam proses mediasi, diperlukan mediator untuk membantu menyelesaikan sengketa. Mediator adalah pihak netral yang membantu para pihak dalam proses perundingan guna mencari berbagai kemungkinan penyelesaian sengketa tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian. Mediator memiliki ciri-ciri penting, yaitu netral, membantu para pihak, tanpa menggunakan cara memutus atau memaksakan sebuah penyelesaian.  Mediator bekerja selama 21 hari kalender, berhasil perdamaian atau tidak pada hari ke 22 harus menyerahkan kembali kepada majelis yang memberikan penetapan. Tugas- tugas dari mediator adalah sebagai berikut:
v  Mediator wajib mempersiapkan usulan jadwal pertemuan mediasi kepada para pihakuntuk dibahas dan disepakati.
v  Mediator wajib mendorong para pihak untuk secara langsung berperan dalam proses mediasi.
v   Apabila dianggap perlu, mediator dapat melakukan kaukus atau pertemuan terpisah selama proses mediasi berlangsung.
v  Mediator wajib mendorong para pihak untuk menelusuri dan menggali kepentingan mereka dan mencari berbagai pilihan penyelesaian yang terbaik bagi para pihak.
3)                  Arbitrase
Istilah arbitrase berasal dari kata “Arbitrare” (bahasa Latin) yang berarti “kekuasaan untuk menyelesaikan sesuatu perkara menurut kebijaksanaan”.
*      Azas- azas Arbitrase
a.       Asas kesepakatan, artinya kesepakatan para pihak untuk menunjuk seorang atau beberapa orang arbiter.
b.        Asas musyawarah, yaitu setiap perselisihan diupayakan untuk diselesaikan secara musyawarah, baik antara arbiter dengan para pihak maupun antara arbiter itu sendiri;
c.           Asas limitatif, artinya adanya pembatasan dalam penyelesaian perselisihan melalui arbirase, yaiu terbatas pada perselisihan-perselisihan di bidang perdagangan dan hak-hak yang dikuasai sepenuhnya oleh para pihak.
d.          Asas final and binding, yaitu suatu putusan arbitrase bersifat puutusan akhir dan mengikat yang tidak dapat dilanjutkan dengan upaya hukum lain, seperi banding atau kasasi. Asas ini pada prinsipnya sudah disepakati oleh para pihak dalam klausa atau perjanjian arbitrase.
Sehubungan dengan asas-asas tersebut, tujuan arbitrase itu sendiri adalah untuk menyelesaikan perselisihan dalam bidang perdagangan dan hak dikuasai sepenuhnya oleh para pihak, dengan mengeluarkan suatu putusan yang cepat dan adil, tanpa adanya formalitas atau prosedur yang berbelit-belit yang dapat yang menghambat penyelisihan perselisihan.
4)      Pengadilan

Persepsi umum yang lahir dan masih berkembang dalam masyarakat adalah masih adanya ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap badan pengadilan. 4 Pengusaha atau para pelaku ekonomi dan bisnis, terlebih masyarakat awam melihat hukum bukan dari produk-produk hukum yang ada atau yang pemerintah keluarkan. Masyarakat umumnya meljhat pengadilan sebagai hukum. Begitu pula persepsi mereka terhadap polisi, jaksa, atau pengacara.
PERBANDINGAN PERUNDINGAN DENGAN LIGITASI

Negosiasi atau perundingan adalah cara penyelesaian sengketa dimana para pihak yang bersengketa saling melakukan kompromi untuk menyuarakan kepentingannya. Dengan cara kompromi tersebut diharapkan akan tercipta win-win solution dan akan mengakhiri sengketa tersebut secara baik.
Sedangkan, Ligitasi adalah sistem penyelesaian sengketa melalui lembaga peradilan. Sengketa yang terjadi dan diperiksa melalui jalur litigasi akan diperiksa dan diputus oleh hakim. Melalui sistem ini tidak mungkin akan dicapai sebuah win-win solution (solusi yang memperhatikan kedua belah pihak) karena hakim harus menjatuhkan putusan dimana salah satu pihak akan menjadi pihak yang menang dan pihak lain menjadi pihak yang kalah. Kebaikan dari Ligitasi adalah ruang lingkup pemeriksaannya luas karena mengghubungkan dengan lembaga-lembaga peradilan negara, biaya yang relatif lebih murah, cepat, dan tuntas. Jika ada kebaikan, maka ada kelemahan pula. Kelemahan dari Ligitasi adalah kurangnya kepastian hukum karena adanya hirearki peradilan negara, sehingga butuh waktu yang lama untuk bisa mencapai keputusan hukum yang tetap. Dan, dalam menyelesaikan masalah sengketa, hakim yang digunakan haruslah hakim yang pintar dan berpengalaman, sehingga, sengketa dapat dengan tuntas diselesaikan dalam waktu yang cepat.